Moralitas Aktor dalam Film Bertemakan Sosial

Salah satu cuplikan perdana "Laut Bercerita", yang terpilih sebagai salah satu Variety's Hot Picks untuk Film Indonesia 2026 . (Dok. Ist)
Salah satu cuplikan perdana "Laut Bercerita", yang terpilih sebagai salah satu Variety's Hot Picks untuk Film Indonesia 2026 . (Dok. Ist)

Isu pada film Laut Bercerita sangat sensitif karenaberkaitan langsung dengan sejarah pelanggaran HAM berat di Indonesia. Tak heran publik menaruh perhatian sangat tinggi terhadap siapapun yang terlibat dalam film ini. Berikut ini adalah alasannya:

  1. Impunitas dan Ketidakadilan

Faktor utama sensitivitas adalah karena banyak kasus terutama tragedi penculikan aktivis tahun 1997-1998, belum mendapatkan keadilan yang tuntas bagi para korban dan keluarga. Ketidakjelasan proses hukum menciptakan krisis kepercayaan publik terhadap institusi negara dan penegakan hukum

2. Dampak Politik yang Signifikan

Isu ini memiliki muatan politik yang amat kuat. Beberapa individu yang diduga terlibat dalam peristiwa masa lalu masih aktif, atau bahkan menduduki posisi strategi dalam pemerintahan dan militer saat ini. 

3. Trauma Sosial dan Kebutuhan Edukasi

Kasus masa lampau meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas, terutama generasi yang mengalami langsung represif Orde Baru. 

Kurangnya perhatian serius terhadap tragedi ini dalam pendidikan sejarah juga menyebabkan generasi muda kurang memahami pentingnya menjaga demokrasi dan HAM.

4. Kompleksitas Hukum

Penyelesaian pelanggaran HAM berat Indonesia terbentur pada kompleksitas mekanisme hukum, baik melalui jalur yudisial (pengadilan HAM) maupun non-yudisial (rekonsiliasi).

Kelemahan regulasi dan ketiadaan sikap tegas pemerintah untuk memprioritaskan penyelesaian kasus-kasus ini semakin memperburuk situasi.

 

(*Apsari)