Faktakalbar.id, NASIONAL – Pergerakan harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) menunjukkan tren positif pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Komoditas unggulan ini berhasil mencatatkan penguatan harga di pasar internasional sepanjang minggu berjalan.
Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (5/12/2025), harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange untuk kontrak pengiriman bulan Februari tahun depan ditutup pada level MYR 4.152 per ton.
Baca Juga: Harga Minyak Sawit Melemah, Tertekan Penguatan Ringgit Malaysia ke Level Tertinggi
Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 1,14 persen dibandingkan hari perdagangan sebelumnya.
Secara akumulatif, harga CPO sepanjang pekan lalu berhasil membukukan kenaikan sebesar 0,92 persen secara point-to-point.
Penguatan ini memberikan angin segar bagi para pelaku pasar setelah memantau fluktuasi harga dalam beberapa waktu terakhir.
Terpengaruh Harga Minyak Kedelai
Kenaikan harga minyak sawit ini tidak lepas dari pengaruh pergerakan harga minyak nabati pesaing di pasar global.
Tercatat pada akhir pekan lalu, harga minyak kedelai di bursa Dalian, China, mengalami kenaikan sebesar 0,94 persen.
Sentimen serupa juga terjadi di Chicago Board of Trade (Amerika Serikat), di mana harga minyak kedelai naik tipis sebesar 0,19 persen.
Korelasi ini terjadi karena mekanisme pasar substitusi. Ketika harga minyak nabati pesaing seperti minyak kedelai menjadi lebih mahal, maka daya tarik dan keuntungan untuk beralih menggunakan CPO akan meningkat.
Hal ini menyebabkan kedua komoditas tersebut saling bersaing ketat dalam merebut pangsa pasar minyak nabati internasional.
Analisis Teknikal dan Proyeksi Mingguan
Lantas, bagaimana proyeksi harga CPO untuk perdagangan minggu ini? Apakah tren kenaikan akan berlanjut atau justru mengalami koreksi?
Secara teknikal dengan menggunakan perspektif mingguan (weekly time frame), pergerakan CPO dinilai masih berada dalam zona bearish.
Hal ini terindikasi dari Relative Strength Index (RSI) yang berada di angka 43. Sebagai informasi, indikator RSI di bawah 50 umumnya menunjukkan suatu aset sedang dalam tekanan atau tren melemah.
Namun, peluang rebound atau pembalikan arah terlihat dari indikator Stochastic RSI yang berada di level 18.













