Gemblengan Brutal Kopassus di Brunei Bikin Prajurit Pingsan, Tapi Hasilnya Bikin Malaysia Segan

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah berjabat tangan dengan Danjen Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi saat latihan bersama Petir Sakti 2025. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah berjabat tangan dengan Danjen Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi saat latihan bersama Petir Sakti 2025. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, BANDAR SERI BEGAWAN – Reputasi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD sebagai salah satu pasukan elite paling mematikan di dunia kembali terbukti.

Kali ini, kehebatan “Baret Merah” diakui langsung oleh Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, yang secara khusus meminta Kopassus melatih pasukan kebanggaannya.

Baca Juga: Viral Oknum Ngaku GAM Minta Jatah Bantuan Banjir, TNI Pasang Badan: Ini Hak Rakyat!

Latihan bersama bersandi Petir Sakti 2025 yang digelar mulai akhir November hingga 5 Desember 2025 ini menjadi kawah candradimuka bagi Rejimen Pasukan Khas (RPK) Angkatan Bersenjata Diraja Brunei (ABDB).

Intensitas latihan yang diterapkan instruktur Kopassus dikenal “neraka” dan tanpa kompromi.

Laporan lapangan menyebutkan, saking kerasnya gemblengan fisik dan mental yang diberikan, tak sedikit prajurit elite Brunei yang jatuh pingsan. Namun, metode brutal ini terbukti efektif mencetak prajurit tangguh.

Hasilnya instan dan luar biasa. Dalam sebuah simulasi tempur pasca-pelatihan, pasukan Brunei yang telah digembleng Kopassus berhasil menunjukkan performa superior, bahkan disebut-sebut mampu mengungguli kemampuan pasukan negara tetangga, Malaysia.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Norsan Susul Bupati Mempawah Erlina ke KL Malaysia

Peningkatan signifikan kemampuan tempur RPK ini menjadi bukti sahih kualitas kurikulum Kopassus.

Panglima Kopassus, Letnan Jenderal TNI Djon Afriandi, yang memimpin delegasi Indonesia, mendapat sambutan hangat dari istana.

Ia diterima langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Iman dan Putra Mahkota Al-Muhtadee Billah di Qashr Al-Meezan, Kamis (04/12/25).