“Rumah saya rendah, jadi air masuk setinggi paha. Baru kali ini tinggi, terkejut saya, karena sebelumnya belum pernah seperti ini,” tuturnya dengan nada lemas.
Kondisi pasang air laut yang mencapai puncaknya diperparah dengan angin kencang dan ombak yang menghantam pemukiman di bantaran Sungai Kapuas, mulai dari Yuka hingga Jeruju I.
Baca Juga: Peringati Hari Ibu, Edi Kamtono Ajak Ribuan Emak-emak Goyang Sehat di Halaman Museum
Edi memprediksi kondisi ini baru akan mereda secara bertahap mulai tanggal 11 Desember mendatang.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengungsi, Pemkot telah menyiagakan Rusunawa Nipah Kuning dan beberapa aula kecamatan sebagai lokasi penampungan tambahan.
Bantuan logistik berupa makanan untuk kebutuhan 3-5 hari ke depan juga telah didistribusikan sejak Jumat lalu.
“Pemerintah kota hadir untuk memastikan warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak,” pungkas Edi.
(ra)
















