“Saya akan tindak lanjuti… DAD untuk biaya operasional, bukan untuk biaya pribadi, tapi biaya operasional untuk organisasi berjalan,” tambahnya.
Mantan Bupati Mempawah ini juga menitipkan pesan persatuan.
Mengingat Kalbar adalah rumah bagi tiga etnis besar (Dayak, Melayu, Tionghoa), Norsan meminta agar segala gesekan diselesaikan lewat musyawarah mufakat, bukan diumbar di media sosial yang berpotensi memicu konflik lebih luas.
Menutup arahannya, Norsan juga menyinggung upaya lobi ke pemerintah pusat terkait perlindungan lahan perkebunan sawit rakyat seluas 2 hektare agar tidak diganggu, karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
(ra)
















