Di satu sisi modal belanja membengkak, di sisi lain mereka khawatir daya beli masyarakat akan menurun drastis akibat harga yang terlalu tinggi.
Komoditas Lain Masih Stabil
Meski harga cabai “menggila”, untungnya komoditas pangan lain di Sintang masih terpantau stabil.
Anisia menuturkan bahwa harga sayur-mayur pada umumnya belum mengalami kenaikan. Sementara itu, harga telur ayam berada di angka Rp2.200 per butir.
“Sayur-sayur yang lain harganya masih biasa, masih standar. Tidak ada naik-naik. Hanya cabai itu saja yang naik drastis,” tambahnya.
Para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten Sintang segera turun tangan melakukan operasi pasar atau menstabilkan jalur distribusi.
Pasalnya, kebutuhan cabai diprediksi akan semakin meningkat mendekati hari H perayaan Natal dan Tahun Baru.
Jika tidak dikendalikan, harga dikhawatirkan akan terus bergerak liar.
Baca Juga: 7 Cara Merawat Tanaman Cabai Agar Berbuah Banyak, Lebat, dan Besar
(*Mira)
















