Tinjau Lokasi Longsor di Agam, Wapres Gibran Pastikan Percepatan Penanganan Pascabencana

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming, berdialog dengan warga pengungsi di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (4/12).
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming, berdialog dengan warga pengungsi di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025). Foto: HO/Faktakalbar.id

Baca Juga: Jalan Darat Putus Total, Helikopter BNPB Jadi ‘Malaikat Penyelamat’ Warga Terisolir di Aceh Tengah 

Fokus Perbaikan Infrastruktur dan Logistik

Salah satu tantangan utama dalam penanganan pascabencana kali ini adalah aksesibilitas. Gibran meminta distribusi logistik dilakukan melalui segala jalur yang memungkinkan, baik darat, laut, maupun udara, untuk menjangkau wilayah terisolir.

“Distribusi logistik bantuan ini akan terus dipercepat lewat jalur darat, udara laut,” kata Gibran.

Selain logistik, percepatan perbaikan infrastruktur vital menjadi prioritas. Hal ini mencakup jaringan komunikasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan jembatan.

“Lalu untuk perbaikan-perbaikan akses komunikasi, puskesmas, sekolah, jembatan, jalan. Ini juga akan dipercepat agar arus bantuan logistik, BBM, ini bisa lancar kembali,” jelasnya.

Update Data Korban dan Kerusakan

Berdasarkan data Posko Penanggulangan Bencana Nasional (Pospenas) BNPB per Rabu (3/12) pukul 17.00 WIB, dampak bencana di Sumatra Barat cukup masif.

Tercatat korban meninggal dunia mencapai 194 jiwa, hilang 111 jiwa, luka-luka 112 jiwa, dan warga yang mengungsi sebanyak 22.824 jiwa.

Baca Juga: BNPB Distribusikan 40 Ton Bantuan Kemenko Perekonomian untuk Korban Bencana di Tiga Provinsi

Kerusakan material meliputi 1.344 unit rumah rusak berat, 325 rusak sedang, dan 631 rusak ringan.

Hingga kini, operasi pencarian korban dan pembersihan material longsor masih terus dilakukan. Usai dari Sumbar, rombongan Wapres dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Tapanuli Selatan dan Aceh Singkil.

(*Red)