Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Akses vital di jalur utama Trans-Kalimantan, tepatnya di kawasan Jembatan Kapuas 2, mengalami kelumpuhan total pada Kamis (4/12/2025) pagi.
Insiden ini dipicu oleh sebuah truk kontainer yang mendadak mengalami patah as (shaft) tepat saat melintas di tengah badan jembatan.
Baca Juga: Puncak Musim Hujan, Polres Kubu Raya Minta Warga Waspada Bencana Hidrometeorologi
Posisi truk yang mati mesin di titik krusial tersebut menutup akses jalan menuju arah Sungai Ambawang. Akibatnya, macet di Jembatan Kapuas 2 tak terhindarkan.
Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga beberapa kilometer, baik dari arah Pontianak maupun dari jalur sebaliknya, membuat aktivitas warga di pagi hari terganggu signifikan.
Merespons situasi darurat tersebut, Kasatlantas Polres Kubu Raya, AKP Supriyanto, melalui Kasubsi Penmas, AIPTU Ade, membenarkan adanya gangguan besar pada arus lalu lintas.
Pihaknya segera mengerahkan tim ke lokasi kejadian untuk mengendalikan situasi.
“Begitu menerima laporan, kami langsung menerjunkan personel untuk melakukan penanganan cepat. Antrean kendaraan dari dua arah sudah mengular panjang. Fokus awal kami adalah mengamankan lokasi dan mempercepat proses penguraian kepadatan,” ujar Ade.
Guna memecah kepadatan arus yang terkunci, Satlantas Polres Kubu Raya mengambil langkah taktis dengan menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow (lawan arus) secara situasional.
Sistem ini dibuka di beberapa titik sebelum memasuki jembatan untuk memberikan ruang gerak bagi kendaraan yang terjebak.
Upaya ini sedikit memberikan napas bagi pengguna jalan, mengingat sebelumnya kendaraan dari arah berlawanan sama sekali tidak bisa bergerak akibat terhalang badan truk kontainer.
“Personel kami masih berada di lapangan untuk mengurai kemacetan yang hingga saat ini terus berlangsung. Kami pastikan arus lalu lintas kembali normal secepatnya. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas,” tambah Ade.
Insiden kerusakan teknis di atas jembatan bukan kali pertama terjadi dan kerap menjadi biang kerok macet di Jembatan Kapuas 2.
AIPTU Ade memberikan peringatan tegas kepada para pengusaha maupun pengemudi angkutan berat untuk tidak menyepelekan perawatan kendaraan (KIR) sebelum beroperasi di jalur vital.
















