Perkuat Ekosistem Seni, 10 Komunitas di Kapuas Hulu Gagas Pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah

"10 komunitas seni Putussibau berkumpul gagas pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kapuas Hulu. Langkah strategis perkuat ekosistem budaya dan wisata."
10 komunitas seni Putussibau berkumpul gagas pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kapuas Hulu. Langkah strategis perkuat ekosistem budaya dan wisata. (Dok. Ist)

Perwakilan dari Pakunsa KH dan Panti Muda Project menyoroti pentingnya pondasi regulasi yang kuat untuk mengawal kelahiran lembaga ini.

Sementara itu, tiga sanggar rumpun Melayu Sanggar Lancang Kuning, Sanggar Betabuh, dan Sanggar Jepin Manis Nurul Iman menekankan pada kebutuhan vital akan peningkatan sarana dan prasarana penunjang kreativitas yang selama ini dirasa masih minim.

Menuju Musyawarah Besar Pertama

Dukungan penuh untuk terbentuknya wadah kolektif ini juga mengalir dari Sanggar Linge Hatung Padua Mendalam, Sanggar Nahabo, hingga kelompok penggiat budaya Tionghoa Naga Sakti Putussibau.

Para penggiat seni menilai, ketiadaan wadah formal selama ini membuat potensi ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya di Kapuas Hulu belum tergarap maksimal.

Oleh karena itu, target jangka panjang dari inisiasi ini adalah terwujudnya Musyawarah Besar (Mubes) Seni Budaya Kapuas Hulu yang pertama.

“Langkah konkret selanjutnya adalah sosialisasi ke tingkat kecamatan, pendataan valid sanggar-sanggar, serta pemetaan akademisi yang peduli budaya,” ungkap salah satu peserta diskusi.

Richard Ngo dari Bengkel Seni Putussibau menutup pertemuan dengan rencana tindak lanjut yang jelas.

“Ke depan akan kita adakan sesi Zoom Meeting dengan Balai Pelestarian Budaya Kalbar. Tujuannya agar para pimpinan sanggar di Kapuas Hulu mendapat arahan teknis dan penguatan terkait wacana DKD ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Nostalgia Dua Dekade, Bengkel Seni Putussibau Gelar Konser “Sindikat Musik BSP” di Alun Kapuas

(*Mira)