Lirik .Feast Jadi Nyata? 5 Refleksi Pahit ‘Tarian Penghancur Raya’ di Balik Bencana Sumatera Utara

"Lagu .Feast 'Tarian Penghancur Raya' seolah menjadi cerminan nyata bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara. Simak 5 kaitan liriknya dengan realitas ekologis."
Lagu .Feast 'Tarian Penghancur Raya' seolah menjadi cerminan nyata bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara. Simak 5 kaitan liriknya dengan realitas ekologis. (Dok. Mira/Faktakalbar)

3. Normalisasi Bencana (Budaya Denial)

Lagu ini juga menyoroti bagaimana masyarakat sering kali abai atau melakukan denial (penyangkalan) terhadap kerusakan yang terjadi.

Kita sering menganggap banjir adalah “takdir tahunan” atau sekadar “faktor cuaca”.

Padahal, frekuensi bencana di Sumatera yang makin sering dan makin parah adalah indikator kerusakan struktural.

Kita seolah diajak “menari” dalam ketidaktahuan, padahal kehancuran raya sedang berlangsung di depan mata akibat ketidakmampuan kita menjaga keseimbangan ekologis.

4. Hilangnya Kearifan Lokal

Musik Tarian Penghancur Raya memasukkan unsur gamelan dan nuansa etnik yang seolah “dirusak” oleh distorsi kasar, menyimbolkan tergerusnya kearifan lokal oleh modernisasi yang destruktif.

Bencana di tanah Sumatera juga menjadi penanda lunturnya kearifan lokal dalam menjaga hutan.

Nenek moyang kita memiliki aturan adat untuk tidak menebang pohon di lereng curam atau hulu sungai.

Ketika aturan tak tertulis ini dilanggar demi alasan ekonomi, alam merespons dengan caranya yang paling mengerikan.

5. Peringatan yang Selalu Diabaikan

Secara keseluruhan, lagu ini adalah sebuah sirene peringatan.

Lirik-liriknya berteriak tentang bahaya yang akan datang jika kita tidak berhenti merusak.

Sayangnya, seperti dalam lagu tersebut, peringatan dari para ahli lingkungan dan aktivis di Sumatera Utara sering kali dianggap angin lalu.

Baru ketika air bah menerjang dan tanah longsor menutup jalan, kita tersadar bahwa “Tarian Penghancur Raya” bukan lagi sekadar lagu di playlist, melainkan kenyataan yang harus dihadapi para korban di pengungsian.

Baca Juga: Dengar Lagu Ini, Semangat Nasionalisme Bergelora! Rekomendasi Lagu Feast untuk Mengingat Perjuangan

(*Mira)