Kejar Realisasi Tol Supadio-Kijing, Gubernur Ria Norsan Undang Investor Asing

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat berdiskusi dengan delegasi China Construction Fourth Engineering Division terkait rencana pembangunan jalan tol, Rabu (3/12/2025).
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat berdiskusi dengan delegasi China Construction Fourth Engineering Division terkait rencana pembangunan jalan tol, Rabu (3/12/2025). Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur strategis daerah.

Gubernur Kalbar, Ria Norsan, secara khusus mengundang investor untuk mempercepat realisasi proyek Tol SupadioKijing yang menghubungkan Bandara Internasional Supadio dengan Pelabuhan Internasional Kijing.

Baca Juga: Jalan Tol Pontianak-Pelabuhan Kijing Mempawah Tak Lama Lagi

Langkah agresif ini terlihat saat Gubernur menerima kunjungan delegasi dari China Construction Fourth Engineering Division yang dipimpin oleh Vinny Tju di Ruang Kerja Gubernur, pada Rabu (3/12/2025).

Pertemuan ini membahas detail rencana pembangunan jalan bebas hambatan tersebut.

“Kami sangat serius menyikapi ini. Karena itu, kita undang langsung investornya ke sini untuk membahas lebih detail wacana ini,” tegas Gubernur Ria Norsan.

Ria Norsan menjelaskan bahwa pembangunan Tol Supadio-Kijing bukan sekadar wacana, melainkan prioritas utama di era kepemimpinannya.

Akses ini diproyeksikan menjadi simpul vital bagi pergerakan barang dan jasa, yang akan meningkatkan efisiensi logistik serta distribusi sumber daya alam Kalbar.

Meskipun gagasan ini sudah lama bergulir, Pemprov kini bergerak konkret dengan menyeleksi investor yang memiliki kapasitas mumpuni.

Proyek ini sendiri memiliki indikasi nilai investasi yang fantastis, yakni mencapai Rp 23,24 triliun.

“Sekarang kita lagi cari investor yang cocok, yang pas untuk bangun ini,” tambahnya.

Target Timeline Pembangunan

Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan pula timeline atau tahapan teknis proyek.

Tahap persiapan awal seperti tinjauan dokumen studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan desain dasar (Basic Design) dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2026.

Selanjutnya, penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) diperkirakan dimulai pada tahun 2027 setelah FS rampung.