“Latihan ini harus dilakukan dengan serius dan penuh kesungguhan sehingga akan memberikan gambaran tentang bagaimana operasi gerilya dijalankan secara terintegrasi antar satuan,” tegas Pangdam XII/Tpr.
Lebih lanjut, Jenderal bintang dua ini mengingatkan kembali mengenai doktrin pertahanan negara. Ia menegaskan bahwa kemampuan gerilya adalah kunci dalam strategi pertahanan semesta yang dianut Indonesia.
“Operasi Gerilya merupakan salah satu upaya terakhir dalam mempertahankan kedaulatan NKRI dalam sistem pertahanan rakyat semesta dengan menggelar perang berlarut,” tandasnya.
Pelaksanaan Latihan Terintegrasi ini menjadi indikator nyata keseriusan Kodam XII/Tpr dalam memelihara dan meningkatkan profesionalitas prajurit.
Baca Juga: Tinjau Langsung Batalyon di Ketapang, Pangdam XII/Tpr Sebut Prajurit Yonif TP Sejati
Kesiapan ini dinilai krusial, terutama dalam menghadapi tantangan pertahanan yang kian kompleks dan modern, di mana skema Operasi Gerilya dan perang berlarut tetap menjadi opsi strategis pertahanan kedaulatan di wilayah Kalimantan Barat.
(DHN)
















