Sorotan Tajam Pasca Banjir: Terungkap Jumlah Fantastis Tambang Ilegal di Sumatera

Bencana banjir Sumatera tewaskan 536 orang. Bareskrim Polri ungkap data 1.517 tambang ilegal di Indonesia, Sumut terbanyak dengan 396 titik aktivitas.
Bencana banjir Sumatera tewaskan 536 orang. Bareskrim Polri ungkap data 1.517 tambang ilegal di Indonesia, Sumut terbanyak dengan 396 titik aktivitas. Foto: HO/Faktakalbar.id

Faktakalbar.id, NASIONAL – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) telah menelan korban jiwa hingga 536 orang, sementara 504 lainnya masih dinyatakan hilang.

Di tengah duka ini, sorotan tajam mengarah pada maraknya aktivitas tambang ilegal dan pembalakan liar yang diduga memperparah kerusakan lingkungan.

Baca Juga: Ratusan Masih Hilang, Total Korban Meninggal Banjir dan Longsor di Sumatra Capai 604 Orang

Merespons hal tersebut, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa berdasarkan laporan sementara, lokasi tambang emas legal berada cukup jauh dari titik bencana.

“Ya katanya wilayah kerjanya jauh,” ujar Yuliot saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Meski demikian, pemerintah tidak menutup mata terhadap faktor lain. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dijadwalkan akan melakukan inspeksi langsung via udara untuk melihat kondisi riil tutupan lahan.

“Oh ya. Ini di-cek di lapangan. Besok Pak Menteri akan lihat dari atas besok,” tambahnya.

Sumut Sarang Tambang Ilegal Terbanyak

Isu lingkungan ini diperkuat oleh data Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Tercatat ada 1.517 Pertambangan Tanpa Izin (PETI) atau tambang ilegal yang tersebar di 35 provinsi di Indonesia pada tahun 2025.

Dari jumlah tersebut, Provinsi Sumatera Utara menjadi daerah dengan jumlah aktivitas ilegal tertinggi.

Wadirtipidter Bareskrim Polri, Feby Dapot Hutagalung, membenarkan sebaran masif aktivitas pengerukan sumber daya alam tanpa izin tersebut.