Ratusan Masih Hilang, Total Korban Meninggal Banjir dan Longsor di Sumatra Capai 604 Orang

Tim PUPR Bener Meriah dan TIM PUPR Provinsi Aceh melakukan pembersihan jalan terdampak longsor di ruas jalan KKA-Bener Meriah, Provinsi Aceh pada Senin (1/12). Sumber Foto: PUPR Provinsi Aceh
Tim PUPR Bener Meriah dan TIM PUPR Provinsi Aceh melakukan pembersihan jalan terdampak longsor di ruas jalan KKA-Bener Meriah, Provinsi Aceh pada Senin (1/12). Sumber Foto: PUPR Provinsi Aceh

Baca Juga: BNPB Kebut Pencarian Korban Hilang, Total 303 Orang Meninggal di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Aceh: 156 Tewas

Di Aceh, bencana ini merenggut 156 nyawa, sementara 181 orang masih dalam pencarian. Konsentrasi pengungsi tertinggi berada di Kabupaten Aceh Utara yang mencapai 107.305 jiwa.

Kondisi infrastruktur di Serambi Mekkah sangat kritis. Hampir seluruh jalur utama antar-kabupaten terputus total, termasuk perbatasan Sumatera–Aceh Tamiang dan Bireuen–Takengon.

BNPB merespons dengan mengaktifkan perangkat komunikasi darurat Starlink di sejumlah titik blank spot dan mengandalkan distribusi logistik via laut dan udara.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan.

Baca Juga: Listrik Mati Total, BNPB ‘Hujani’ Tapanuli Tengah dengan Genset dan Starlink via Udara

Sumbar: 165 Tewas, Bantuan Udara Dikerahkan

Sementara itu, Sumatera Barat mencatat 165 korban meninggal dunia dan 114 orang hilang. Kabupaten Agam dan Pesisir Selatan menjadi wilayah terdampak parah dengan total pengungsi mencapai 122.683 jiwa.

Untuk menembus isolasi, BNPB bersama TNI dan Basarnas mengirimkan bantuan seberat 4 ton melalui jalur udara menuju Kabupaten Solok, Agam, dan Pasaman Barat.

Pengiriman via jalur laut juga dilakukan untuk menjangkau Nagari Sungai Batang di Kabupaten Agam yang akses daratnya tertutup total.

BNPB memastikan sinergi seluruh elemen akan terus diperkuat guna mempercepat pemulihan layanan vital dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tengah bencana besar ini.

(*Red)