-
Penyajian Vitamin C: Abou-Gabal mengingatkan bahwa vitamin C mudah rusak oleh panas.
Oleh karena itu, buah dan sayur kaya vitamin C sebaiknya tidak dimasak terlalu lama. -
Teknik Memasak: Biggs merekomendasikan penggunaan teknik memasak lembut, seperti kukus, poaching, atau slow cooking.
-
Kombinasi Makanan: Menggabungkan makanan tinggi vitamin C dengan sumber protein dalam satu sajian juga mempercepat proses sintesis kolagen.
-
Kaldu: Rebus tulang dalam waktu lama (8–12 jam) untuk mendapatkan kaldu pekat kolagen.
Konsep “Collagen-Friendly Plate”
Konsep pola makan yang mendukung kolagen (collagen-friendly plate) dapat diterapkan setiap hari dengan beberapa aturan sederhana:
-
Sediakan sumber protein atau kaldu tulang sebagai menu harian.
-
Tambahkan ikan berlemak beberapa kali seminggu.
-
Pastikan ada buah atau sayuran kaya vitamin C di setiap kali makan.
-
Beri taburan biji-bijian atau kacang mete untuk asupan mineral.
Kebiasaan yang Merusak Kolagen
Selain memenuhi nutrisi, Anda juga perlu memperhatikan kebiasaan yang dapat mempercepat kerusakan kolagen, seperti:
-
Konsumsi makanan atau minuman tinggi gula.
-
Mengonsumsi makanan kaya AGEs (Advanced Glycation End-products), seperti gorengan dan olahan panggang dengan suhu tinggi.
-
Minum minuman beralkohol secara berlebihan.
-
Menggunakan metode masak deep-fry atau bakar dengan panas ekstrem.
Semua kebiasaan buruk itu dapat memicu inflamasi dan menghambat proses perbaikan kulit.
Meski makanan menjadi pilihan utama, suplemen kolagen bisa dipertimbangkan.
Baca Juga: Pisang atau Alpukat untuk Sarapan? Mana yang Lebih Baik, Simak Perbedaan Nutrisi dan Kegunaannya
Ini berlaku bagi orang yang memiliki kebutuhan khusus atau kesulitan menyerap nutrisi.
Namun, nutrisionis Périllat menegaskan bahwa pola makan seimbang mampu memperlambat penurunan kolagen, meskipun tidak menghentikan proses penuaan sepenuhnya.
(*Drw)
















