Ia menyayangkan adanya dugaan pelanggaran etika yang dilakukan oleh oknum pendidik.
Menurutnya, seorang guru memiliki tanggung jawab moral sebagai teladan, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
“Kejadian ini tentu memprihatinkan. Guru adalah pendidik dan panutan. Jika perilaku yang tidak patut dipertontonkan di ruang publik, kita khawatir akan dampaknya terhadap moral siswa yang mereka didik,” ujar Anggota DPRD Kota Pontianak tersebut dalam keterangannya.
Dirinya mendesak pihak terkait untuk segera melakukan penelusuran guna memastikan identitas kedua oknum tersebut.
Jika terbukti melanggar kode etik kepegawaian maupun norma sosial, ia meminta adanya sanksi tegas dari pihak sekolah maupun dinas terkait.
“Pihak berwenang harus segera mengusut identitas oknum tersebut dan mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku. Langkah tegas diperlukan agar integritas dunia pendidikan di Pontianak tetap terjaga,” tambahnya.
Belum Ada Keterangan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, belum memberikan keterangan resmi terkait video yang beredar luas tersebut.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui pesan singkat sejak Jumat (29/11/2025) belum mendapatkan respons.
Publik kini menanti langkah konkret dari dinas terkait untuk mengklarifikasi kasus ini.
Baca Juga: Geger di Tasikmalaya, Kakek 80 Tahun Digerebek Warga Saat Berbuat Asusila dengan Pria Lansia Lain
(RN)
















