Strategi “Ransel Punggung” dan Helikopter
Meski akses darat mulai terbuka, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyadari masih ada wilayah yang sulit dijangkau.
Sesuai arahan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, penanganan darurat bencana dilakukan dengan strategi berlapis.
BNPB mengerahkan lima helikopter dari Bandara Silangit untuk melakukan air dropping logistik ke titik-titik yang belum bisa ditembus kendaraan.
Baca Juga: Fokus Buka Akses Jalan Tertutup Longsor, BNPB dan Pemprov Sumbar Percepat Distribusi Bantuan
Tak hanya itu, strategi jemput bola juga dilakukan melalui jalur darat. Prajurit TNI dan Polri dikerahkan untuk menembus titik longsor dengan berjalan kaki memanggul bantuan.
“Bergerak juga pasukan TNI membawa logistik dengan ransel di punggung untuk membantu masyarakat yang terjebak di jalur Tarutung menuju Sibolga dan wilayah lainnya,” ungkap Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, Minggu (30/11).
Suharyanto optimis dengan sinergi yang ada, pemulihan wilayah terdampak akan semakin cepat.
“Tinggal ada beberapa desa yang mulai berangsur-angsur pulih,” pungkasnya.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan penuh dari berbagai sektor melalui kolaborasi terpadu demi memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat ini.
(*Red)
















