Jika ingin es krim atau susu, mungkin butuh kalsium.
Meski masuk akal, teori ini belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah karena sering kali yang diidamkan justru junk food atau makanan manis yang minim gizi.
3. Mitos: “Keinginan Si Jabang Bayi”
Banyak yang percaya bahwa ngidam adalah permintaan janin dalam kandungan.
Ini adalah MITOS. Janin mendapatkan nutrisi dari apa yang dimakan ibunya melalui plasenta, tetapi janin belum memiliki kemampuan kognitif untuk “memesan” makanan spesifik seperti martabak atau rujak.
4. Mitos: “Anak Akan Ileran Jika Tidak Dituruti”
Ini adalah mitos paling legendaris di Indonesia.
Konon, jika keinginan ngidam tidak dipenuhi, bayi yang lahir nanti akan sering mengeces (ngiler).
Secara medis, produksi air liur berlebih pada bayi (hipersalivasi) adalah proses fisiologis normal untuk membantu pencernaan dan pertumbuhan gigi.
Hal ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan apakah ibunya makan sate kambing atau tidak saat hamil.
Ngidam adalah fenomena nyata yang valid dirasakan oleh ibu hamil akibat perubahan fisik dan emosional.
Memenuhi keinginan ngidam selama wajar dan sehat adalah bentuk dukungan emosional yang baik untuk menjaga kebahagiaan ibu hamil.
Namun, ibu hamil juga perlu bijak; jangan jadikan ngidam alasan untuk mengonsumsi makanan tidak sehat secara berlebihan.
Baca Juga: Nyeri Datang Bulan? 7 Langkah Pertolongan Pertama yang Bisa Kamu Lakukan!
(*Mira)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id















