Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Bagi banyak pasangan, masa kehamilan adalah momen yang penuh warna.
Salah satu drama yang paling sering terjadi adalah saat sang ibu hamil mendadak memiliki keinginan kuat terhadap makanan tertentu, atau yang biasa dikenal dengan istilah “ngidam”.
Terkadang permintaannya spesifik, seperti mangga muda di tengah malam, atau makanan yang penjualnya jauh dari rumah.
Namun, sering muncul pertanyaan besar: apakah ngidam itu murni kebutuhan biologis tubuh (fakta medis) atau hanya sugesti psikologis (mitos) yang dipengaruhi budaya?
Baca Juga: Tiba-tiba ‘Baper’ dan Lapar Terus? Ini 5 Sinyal Tubuh Menjelang Datang Bulan
Jawabannya cukup kompleks.
Ngidam sebagai sensasi atau keinginan kuat adalah fakta, namun alasan di baliknya sering kali dibalut oleh mitos.
Mari kita bedah lebih dalam:
1. Fakta: Badai Hormon adalah Pemicunya
Secara medis, keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan tertentu saat hamil adalah nyata. Penyebab utamanya adalah perubahan hormonal yang drastis.
Lonjakan hormon human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesteron dapat memengaruhi indra penciuman dan perasa ibu hamil.
Makanan yang dulu disukai bisa jadi dibenci, dan sebaliknya.
Jadi, ini bukan sekadar sifat manja, melainkan reaksi biologis tubuh.
2. Teori Kekurangan Nutrisi (Antara Fakta dan Teori)
Ada teori yang menyebutkan bahwa tubuh “meminta” apa yang kurang.
Contohnya, jika ibu hamil ingin makan daging merah, mungkin ia kekurangan zat besi.
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id















