“Sifat tanaman kratom sendiri mempunyai komoditi ekologi, ini bisa kita manfaatkan untuk mencegah terjadinya abrasi sungai,” tambahnya.
Secara medis tradisional, Kratom bukan barang baru. Riset BRIN menemukan jejak pemanfaatan Kratom di berbagai etnis nusantara.
Di Sulawesi Barat digunakan untuk obat diare, di Kalimantan Timur untuk perawatan pasca-persalinan dan penghalus wajah, hingga obat pegal linu dan pelancar haid di Kalimantan Utara.
Kini, ‘Daun Surga’ ini telah mendunia. Data BPS 2023 mencatat Amerika Serikat sebagai pengimpor terbesar dengan volume 4.694 ton senilai US$ 9,15 juta, membuktikan bahwa komoditas unggulan Kalbar ini memiliki posisi tawar kuat di pasar global.
(ra)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















