BNPB Kebut Pencarian Korban Hilang, Total 303 Orang Meninggal di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat menyampaikan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Sumatra Barat dalam konferensi pers dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat menyampaikan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Sumatra Barat dalam konferensi pers dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Foto: HO/Faktakalbar.id

“Seperti Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat belum bisa kita tembus lewat udara, tapi sudah bisa kita capai melalui udara untuk pendistribusian logistik,” kata Suharyanto.

“Untuk transportasi Sibolga-Padang Sidempuan sudah kita lakukan pengerjaan pembukaan hingga sore hari ini dan seterusnya,” tambahnya.

Aceh: 47 Meninggal, Starlink Diaktifkan

Di Provinsi Aceh, bencana hidrometeorologi ini merenggut 47 nyawa dan menyebabkan 51 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 48.887 kepala keluarga terpaksa mengungsi, dengan konsentrasi terbesar di Aceh Utara, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

“Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan 8 luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban,” terang Suharyanto.

Mengingat banyaknya akses darat yang terputus, BNPB mengaktifkan dukungan komunikasi darurat menggunakan jaringan satelit Starlink di wilayah blank spot.

Bantuan Presiden berupa perahu karet dan genset juga telah didistribusikan menggunakan dua helikopter dari Bandara Sultan Iskandar Muda.

Sumatera Barat: 90 Jiwa Melayang

Sementara itu, kondisi di Sumatera Barat juga memprihatinkan. Dua hari pasca penetapan tanggap darurat, tercatat 90 orang meninggal dunia. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan jumlah korban tertinggi.

“Korban jiwanya ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang dan 10 luka-luka,” jelas Suharyanto.

Sekitar 77.918 jiwa warga Sumbar harus mengungsi. Meskipun sejumlah jalur nasional terputus, distribusi logistik dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan mulai masuk dengan pengawalan ketat kepolisian.

Baca Juga: Akses Terputus, BNPB Kerahkan Heli dan Kapal Percepat Distribusi Logistik ke Aceh

BNPB memastikan seluruh upaya penanganan darurat terus dipercepat melalui koordinasi erat dengan TNI, Polri, dan relawan.

Percepatan pembukaan akses dan pendataan korban menjadi prioritas utama dalam operasi penanganan bencana hidrometeorologi di tiga provinsi ini.

(*Red)

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id