Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait dampak bencana hidrometeorologi yang menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga Sabtu (29/11), total korban meninggal dunia tercatat mencapai 303 jiwa.
Baca Juga: BNPB: Korban Bencana di Sumatera Terus Bertambah, 174 Meninggal dan 79 Masih Hilang
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, memimpin langsung operasi penanganan darurat ini.
Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pencarian korban hilang, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta pembukaan akses wilayah yang terisolir baik melalui jalur darat maupun udara.
Sumatera Utara: Korban Terbanyak
Dampak paling parah tercatat di Provinsi Sumatera Utara. Pada hari ketiga status tanggap darurat, angka kematian melonjak signifikan, terutama di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
“Sumatra Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah menjadi 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,” ungkap Suharyanto, Sabtu (29/11).
Akses transportasi di wilayah ini lumpuh total di banyak titik. Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan dan Sibolga–Tarutung tertutup longsor. Infrastruktur vital seperti Jembatan Pandan juga dilaporkan putus.
Baca Juga: Akses Terputus, BNPB Kerahkan Heli dan Kapal Percepat Distribusi Logistik ke Aceh
Untuk menembus isolasi, BNPB mengerahkan lima helikopter yang ditempatkan di Bandara Silangit.
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















