Berdasarkan laporan harian per Sabtu (29/11/2025), wilayah Kota Singkawang terpantau mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam 24 jam terakhir.
BPBD Kalbar juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi masih akan terjadi di sebagian wilayah Kalbar mulai 29 November hingga 5 Desember 2025.
Kondisi curah hujan yang terus-menerus ini dikhawatirkan akan menambah titik-titik genangan air yang menjadi sarang ideal bagi nyamuk pembawa virus dengue.
Menyikapi hal ini, Hardin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Singkawang terus menggalakkan pemberantasan jentik. Ia meluruskan anggapan masyarakat bahwa fogging adalah solusi utama.
“Tanpa dibunuh pun, nyamuk dewasa akan mati sendiri karena usianya hanya sekitar 10 hari. Yang harus dibasmi adalah telurnya di tempat penampungan air karena bisa bertahan berbulan-bulan,” jelasnya.
Hardin menambahkan, jika fogging harus dilakukan, prosedurnya wajib menyeluruh dalam radius 100 meter agar nyamuk tidak sekadar berpindah tempat. Ia juga menyoroti pentingnya kebersihan di lingkungan pendidikan.
“Banyak pasien DBD adalah siswa sekolah. Nyamuk aktif di siang hari saat anak-anak belajar. Jadi, pemberantasan sarang nyamuk di sekolah sangat penting,” tegasnya.
Baca Juga: Waspada! Ini Ciri-Ciri DBD yang Seringkali Muncul Tanpa Disadari
(*Mira)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















