BNPB: Korban Bencana di Sumatera Terus Bertambah, 174 Meninggal dan 79 Masih Hilang

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., saat menyampaikan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Sumatra Barat dalam konferensi pers dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (28/11) sore.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, saat menyampaikan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Aceh dan Sumatra Barat dalam konferensi pers dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Jumat (28/11) sore. Foto: HO/Faktakalbar.id

“Starlink sudah didistribusikan ke pemerintah daerah, baik di titik pengungsian maupun di posko penanganan darurat,” jelas Suharyanto.

Guna memitigasi dampak bencana susulan, BNPB menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara serentak di tiga provinsi tersebut. Tujuannya adalah mengurangi intensitas curah hujan di kawasan rawan bencana.

“Kami melaksanakan OMC di masing-masing provinsi,” tegas Suharyanto.

Operasi ini telah dimulai di Sumatera Utara sejak Kamis (27/11) dan di Aceh pada Jumat (28/11). Sementara untuk Sumatera Barat, OMC dijadwalkan mulai beroperasi pada Sabtu (29/11).

Intervensi ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Kepung Aceh hingga Sumut, Belasan Warga Meninggal

(*Red)

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id