“Kondisi ini perlu dicermati berkenaan waktu, jenis, dan jumlah pasokan. Saya berharap ketersediaannya dapat dipersiapkan dengan baik, sehingga masyarakat dapat mengakses dengan harga wajar. Sedikit kenaikan harga tentu dapat dimaklumi,” jelasnya.
Rakor yang digelar lebih awal ini bertujuan mematangkan strategi pemantauan stok, tidak hanya sembako, tetapi juga energi vital seperti Solar dan LPG 3 kg yang kerap langka jelang hari raya.
Baca Juga: Tingkatkan Ketangguhan Masyarakat, Pemprov Sumbar dan BNPB Luncurkan Dasbor Sistem Satu Data Bencana
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalbar, Harry Ronaldi Mahaputrawan, menjelaskan bahwa Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan telah dibentuk berdasarkan SK Gubernur untuk mengawal 11 komoditas pangan utama.
“Satgas ketahanan pangan memiliki tugas melakukan pembinaan, koordinasi, pemantauan, serta evaluasi ketersediaan, distribusi, dan stabilisasi harga 11 komoditas pangan di daerah,” papar Harry.
Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu meredam gejolak inflasi dan memastikan masyarakat Kalbar dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa bayang-bayang kelangkaan barang.
(ra)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















