Faktakalbar.id, KALIMANTAN BARAT – Masyarakat Kalimantan Barat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dalam sepekan ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mendeteksi adanya gangguan atmosfer yang memicu potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat
Potensi cuaca buruk ini diprediksi berlangsung mulai tanggal Kamis (27/11/2025) hingga (3/11/2025).
Dampak Tidak Langsung Dua Siklon
Baca Juga: La Niña Mulai Berkembang, BMKG Sintang Ungkap Tiga Faktor Pemicu Puncak Musim Hujan
Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Stasiun Meteorologi Supadio, Erika Mardiyanti, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini menunjukkan penguatan Monsoon Asia dan dominasi angin baratan.
Kondisi ini diperparah dengan adanya dampak tidak langsung dari dua siklon tropis sekaligus, yakni Siklon Tropis “SENYAR” dan Siklon Tropis “KOTO”.
Fenomena ini menyebabkan pola konvergensi (pertemuan) angin pada ketinggian 3.000 feet, yang memicu pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan lebat (Cumulonimbus) secara masif di langit Kalimantan Barat.
Daftar Wilayah “Merah” Hujan Lebat
BMKG memetakan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akan mengguyur sebagian besar wilayah Kalbar, terutama pada fase awal peringatan dini, yaitu tanggal 27-29 November 2025.
Beberapa wilayah yang diprediksi mengalami hujan intensitas lebat antara lain7:
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















