Bumi Sedang Tidak Baik-Baik Saja: 6 Buku Tentang Deforestasi yang Akan Membuka Matamu

"Hutan bukan sekadar kayu. Pahami dampak nyata hilangnya paru-paru dunia lewat 6 rekomendasi buku tentang deforestasi ini. Mulai dari petualangan di Borneo hingga analisis sains mendalam."
Hutan bukan sekadar kayu. Pahami dampak nyata hilangnya paru-paru dunia lewat 6 rekomendasi buku tentang deforestasi ini. Mulai dari petualangan di Borneo hingga analisis sains mendalam. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Isu lingkungan, khususnya deforestasi (penggundulan hutan), sering kali hanya kita dengar lewat berita sekilas tentang kebakaran hutan atau banjir bandang.

Padahal, realitas di lapangan jauh lebih kompleks dan mendesak daripada sekadar hilangnya pohon.

Hutan adalah sistem penyangga kehidupan yang rumit.

Ketika ia hilang, bukan hanya satwa yang mati, tetapi peradaban manusia juga terancam.

Baca Juga: Bencana Meluas ke Binjai hingga Tebing Tinggi, Ribuan Warga Sumut Terdampak Banjir Kiriman

Untuk memahami skala masalah ini secara utuh mulai dari dampak ekologis, sosial, hingga politik kita perlu membaca literatur yang mendalam.

Berikut adalah 6 buku, baik fiksi maupun non-fiksi, yang membahas deforestasi dan hubungan manusia dengan hutan yang wajib masuk daftar bacaan Anda.

1. The Hidden Life of Trees – Peter Wohlleben

Sebelum memahami kenapa hutan tidak boleh ditebang, kita harus paham dulu “siapa” pohon itu.

Buku best-seller internasional ini akan mengubah total cara pandang Anda terhadap hutan.

Peter Wohlleben, seorang ahli kehutanan asal Jerman, menjelaskan bahwa pohon adalah makhluk sosial.

Mereka berkomunikasi lewat akar, saling berbagi nutrisi, dan merawat pohon yang sakit (“Wood Wide Web“).

Membaca buku ini akan membuat hati Anda teriris saat melihat hutan ditebang, karena Anda sadar bahwa hutan bukan sekadar kumpulan kayu, tapi sebuah komunitas yang hidup.

2. Stranger in the Forest: On Foot Across Borneo – Eric Hansen

Buku ini sangat relevan bagi pembaca Indonesia.

Eric Hansen menuliskan kisah perjalanan epiknya berjalan kaki melintasi jantung hutan hujan Kalimantan (Borneo) pada tahun 1980-an.

Selain menceritakan keindahan budaya masyarakat adat Dayak, buku ini menjadi saksi sejarah betapa lebatnya hutan Kalimantan di masa lalu dan ancaman awal deforestasi yang mulai menggerogoti.

Ini adalah memoar perjalanan yang indah sekaligus elegi (lagu sedih) bagi hutan hujan tropis yang kini mungkin sudah berubah menjadi perkebunan sawit.

3. Collapse: How Societies Choose to Fail or Succeed – Jared Diamond

Mengapa peradaban besar di masa lalu seperti Maya atau Pulau Paskah runtuh? Jared Diamond memberikan jawaban yang menakutkan: karena kerusakan lingkungan, termasuk deforestasi.

Buku ini memberikan peringatan sejarah yang keras.

Diamond menunjukkan pola berulang di mana masyarakat menebang hutan mereka sendiri demi pertumbuhan ekonomi sesaat, yang akhirnya berujung pada kehancuran total peradaban tersebut karena tanah menjadi tandus dan sumber air hilang.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id