Faktakalbar.id, NASIONAL – Bencana hidrometeorologi basah yang menerjang wilayah Sumatera semakin meluas dan menelan banyak korban jiwa.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pemutakhiran data dan penanganan di lapangan.
Hingga Jumat (28/11/2025) pukul 07.00 WIB, tercatat total 82 orang meninggal dunia di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Kepung Aceh hingga Sumut, Belasan Warga Meninggal
Data pengkinian menunjukkan, di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), jumlah korban meninggal dunia mencapai 55 jiwa dan 41 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Wilayah terparah adalah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 34 korban jiwa dan 33 orang hilang.
Disusul Tapanuli Selatan 13 meninggal, Humbang Hasundutan 4 meninggal (koreksi data), Tapanuli Utara 3 meninggal, dan Kabupaten Pakpak Bharat 1 meninggal.
Sementara di Provinsi Aceh, tercatat 6 orang meninggal dunia dan 11 orang hilang. Rinciannya, di Kabupaten Benar Meriah 5 meninggal dan 9 hilang, serta di Gayo Lues 1 meninggal dan 9 hilang.
Di Provinsi Sumatera Barat, Wakil Gubernur Sumbar melaporkan korban meninggal dunia sebanyak 21 jiwa.
Laporan BNPB juga mencatat kejadian bencana baru. Kota Binjai, Sumatera Utara, dilanda banjir pada Rabu (26/11) malam akibat meluapnya Sungai Bingai, Mencirim, dan Bangkatan. Sebanyak 5.818 KK atau 19.349 jiwa terdampak di lima kecamatan.
Kota Tebing Tinggi juga tak luput dari banjir kiriman pada Kamis (27/11) pagi. Meluapnya Sungai Padang dan Bahilang merendam 4.080 rumah di 26 kelurahan, berdampak pada 5.054 KK.
Di Kabupaten Serdang Bedagai, banjir setinggi 60 cm merendam empat kecamatan, merusak 80 hektare perkebunan dan 60 hektare lahan hortikultura.
Baca Juga: Empat Kabupaten di Sumut Dilanda Banjir dan Longsor, 8 Warga Meninggal Dunia
Provinsi Aceh kembali didera banjir. Di Aceh Selatan, 3.106 jiwa terdampak di delapan kecamatan. Kabupaten Pidie juga melaporkan 2.547 jiwa terdampak di delapan kecamatan, dengan kerusakan pada daerah aliran sungai dan lahan pertanian.
Kondisi kritis terjadi di Aceh Tenggara, di mana banjir merendam 71 gampong di 14 kecamatan. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, empat jembatan putus, dan akses jalan terisolasi.
Merespons situasi darurat ini, pemerintah pusat telah mendirikan posko utama di Tarutung, Tapanuli Utara.
Lokasi ini dipilih karena aksesibilitasnya yang strategis untuk menjangkau tiga provinsi terdampak. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, bahkan telah berkantor di lokasi tersebut.
Tiga langkah prioritas ditetapkan:
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















