Bukan Alutsista, Kemhan ‘Senjatai’ Diplomasi Papua di London dengan Pariwisata dan Budaya

Tokoh masyarakat Papua mengenakan atribut adat memaparkan kemajuan pembangunan daerah dalam forum Diplomasi Pertahanan di KBRI London. (Dok. Kemhan RI)
Tokoh masyarakat Papua mengenakan atribut adat memaparkan kemajuan pembangunan daerah dalam forum Diplomasi Pertahanan di KBRI London. (Dok. Kemhan RI)

Faktakalbar.id, LONDON – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia mengambil langkah strategis yang berbeda dalam memperkuat posisi tawar Indonesia di mata dunia internasional.

Tidak memamerkan kekuatan militer, Kemhan justru menggunakan pendekatan soft power melalui gelaran “Diplomasi Pertahanan Papua” yang dihelat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Sabtu (15/11/25).

Baca Juga: Menhan Sorot ‘Anomali Kedaulatan’, Kemenhub Bantah Bandara IMIP Morowali Ilegal

Langkah diplomasi humanis ini sukses menyedot perhatian lebih dari 80 peserta internasional.

Hadir di antaranya para tokoh berpengaruh dari All Party Parliamentary Group Indonesia (APPG Indonesia) dan Anglo Indonesian Society (AIS), yang menjadi audiens kunci dalam memahami konteks utuh perkembangan di Bumi Cenderawasih.

Dalam forum tersebut, narasi yang dibangun berfokus pada potensi strategis Papua yang sesungguhnya.

Alih-alih isu keamanan, Kemhan menonjolkan kemajuan nyata di sektor pertanian, eksotisme pariwisata, hingga percepatan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kini tengah menggeliat di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

Dua tokoh asli Papua yang dihadirkan sebagai pembicara utama tampil memukau dengan mengenakan atribut adat.

Mereka memaparkan fakta lapangan mengenai pembangunan berkelanjutan yang masif, penguatan infrastruktur konektivitas, hingga perluasan akses pendidikan yang kini semakin inklusif bagi anak-anak Papua.

Baca Juga: Jawab Isu ‘Bandara Eksklusif’, TNI Kerahkan Pasukan Elite Baret Jingga ke IMIP Morowali

Acara ditutup dengan penampilan emosional dari musisi Papua yang mempertegas pesan persatuan.

Melalui nada dan irama, mereka menyuarakan bahwa kemajuan Papua adalah bagian integral dan tak terpisahkan dari kemajuan Indonesia sebagai sebuah bangsa besar.

(ra)