“Kami tidak menyangka bisa menerima bantuan ini. Jarak dari pusat kota Sekadau ke sekolah kami sangat jauh dan akses jalannya pun tidak mudah. Bantuan ini benar-benar sangat berarti bagi kami,” ujar Syaiful dengan napas yang mungkin masih terengah usai ikut memikul beban.
Distribusi ini merupakan bagian dari program pendidikan nasional yang menargetkan pemerataan fasilitas belajar.
Hingga kini, tercatat 75 persen sekolah di Indonesia telah terjangkau, meski kurir di lapangan kerap menghadapi tantangan “gila”, mulai dari menerjang banjir hingga menyeberang sungai menggunakan perahu sampan.
Kini, di balik dinding sekolah yang sederhana di Tolok Ogong, para siswa memiliki jendela dunia baru.
Papan tulis digital ini diharapkan bukan hanya menjadi pajangan, melainkan jembatan yang menghubungkan anak-anak pedalaman Sekadau dengan kemajuan zaman yang setara dengan anak-anak di kota besar.
(Ra)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















