Faktakalbar.id, SEKADAU – Jalan menuju modernisasi pendidikan di daerah pedalaman ternyata tidak semulus layar sentuh gawai.
Hal ini dirasakan nyata oleh warga sekolah di SDN 14 Tolok Ogong, Desa Setawar, Kecamatan Sekadau Hulu.
Bantuan teknologi canggih berupa Papan Tulis Digital Interaktif dari program Presiden Prabowo Subianto akhirnya tiba di sekolah tersebut, Minggu (23/11/25), namun lewat perjuangan fisik yang tak mudah.
Baca Juga: Bukan Tilang, 17 Pengendara Motor di Sekadau Justru ‘Disentil’ Lewat Teguran Simpatik
Kondisi infrastruktur yang ekstrem memaksa teknologi harus “mengalah” pada alam.
Mobil pikap pengangkut logistik dari ekspedisi JNE Sekadau menyerah dan terhenti di pemukiman warga, sekitar dua kilometer dari titik lokasi sekolah.
Akses jalan yang sempit, berbatu, dan berlumpur membuat kendaraan roda empat mustahil melintas.
Tak hilang akal, semangat untuk menghadirkan pendidikan modern mengalahkan rintangan medan. Perangkat elektronik berukuran besar (75 inci) tersebut akhirnya dipikul secara manual.
Dua kurir ekspedisi, Agus, bahu-membahu bersama Kepala Sekolah, Syaiful, dan warga sekitar, menandu kotak besar tersebut menyusuri jalan setapak sejauh 2 kilometer demi sampai ke ruang kelas.
Kepala Sekolah SDN 14 Tolok Ogong, Syaiful, tak dapat menyembunyikan rasa harunya saat perangkat tersebut mendarat dengan selamat. Baginya, kedatangan alat ini adalah sebuah keajaiban mengingat lokasi sekolah yang jauh dari hiruk-pikuk kota.
“Kami tidak menyangka bisa menerima bantuan ini. Jarak dari pusat kota Sekadau ke sekolah kami sangat jauh dan akses jalannya pun tidak mudah. Bantuan ini benar-benar sangat berarti bagi kami,” ujar Syaiful dengan napas yang mungkin masih terengah usai ikut memikul beban.
Distribusi ini merupakan bagian dari program pendidikan nasional yang menargetkan pemerataan fasilitas belajar.
Hingga kini, tercatat 75 persen sekolah di Indonesia telah terjangkau, meski kurir di lapangan kerap menghadapi tantangan “gila”, mulai dari menerjang banjir hingga menyeberang sungai menggunakan perahu sampan.
Kini, di balik dinding sekolah yang sederhana di Tolok Ogong, para siswa memiliki jendela dunia baru.
Papan tulis digital ini diharapkan bukan hanya menjadi pajangan, melainkan jembatan yang menghubungkan anak-anak pedalaman Sekadau dengan kemajuan zaman yang setara dengan anak-anak di kota besar.
(Ra)
















