Sambas  

Sita Kosmetik hingga Ribuan Batang Rokok Ilegal, Bea Cukai Sintete dan TNI AL ‘Bakar’ Kerugian Negara

Personel TNI AL dan petugas Bea Cukai Sintete menuangkan minuman keras ilegal ke dalam drum saat pemusnahan barang bukti di Sambas. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Personel TNI AL dan petugas Bea Cukai Sintete menuangkan minuman keras ilegal ke dalam drum saat pemusnahan barang bukti di Sambas. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SAMBAS – Sinergitas aparat di beranda negeri kembali ditunjukkan melalui aksi tegas terhadap peredaran barang ilegal.

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Sintete menggandeng unsur TNI Angkatan Laut (TNI AL) memusnahkan berbagai barang selundupan yang berpotensi merugikan negara dan kesehatan masyarakat, Selasa (25/11/25).

Baca Juga: Jenderal Bintang Dua Turun ke Mempawah, Cek Kesiapan Faskes Kodaeral XII: Prajurit Harus Prima!

Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara (BMMN) ini digelar di halaman KPPBC Sintete, Kabupaten Sambas.

Barang-barang yang dihancurkan merupakan hasil penindakan intensif selama periode Mei hingga Oktober 2025, baik dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk maupun operasi pasar di wilayah pengawasan setempat.

Total nilai barang yang dimusnahkan mencapai Rp81.514.721. Meski angkanya terlihat moderat, potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari sektor cukai dan pajak mencapai Rp25.670.672.

Namun, lebih dari sekadar angka, pemusnahan ini mencegah peredaran barang berbahaya di tengah masyarakat.

Baca Juga: Sukses Gelar Turnamen Non Master, Percasi Sambas Siapkan Program Pembinaan Menuju Level Nasional

Adapun barang bukti yang dimusnahkan cukup beragam, mulai dari produk gaya hidup seperti kosmetik ilegal, lem bulu mata, dan handphone bekas, hingga bahan berbahaya seperti racun tumbuhan.

Tak luput dari penindakan, barang kena cukai (BKC) ilegal juga turut dimusnahkan, meliputi 21.772 batang rokok tanpa pita cukai dan 93,66 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

Kehadiran TNI AL dalam kegiatan ini diwakili oleh Danposbabinpotmar Pemangkat, Peltu Togianto, di bawah jajaran Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) XII. Keterlibatan unsur militer laut ini menegaskan komitmen bersama dalam memperketat pengawasan di jalur-jalur rawan perbatasan, baik darat maupun pesisir, dari ancaman penyelundupan.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id