Alarm Bahaya Deforestasi di Balik Duka 34 Warga Sumut yang Gugur, 52 Dinyatakan Hilang Dihantam Bencana

"Duka menyelimuti Sumut, 34 warga meninggal dan 52 hilang diterjang bencana. Walhi ingatkan alarm bahaya deforestasi di hulu yang perparah dampak cuaca ekstrem."
Duka menyelimuti Sumut, 34 warga meninggal dan 52 hilang diterjang bencana. Walhi ingatkan alarm bahaya deforestasi di hulu yang perparah dampak cuaca ekstrem. (Dok. BPBD Tapanuli Tengah)

Lumpur pekat yang menimbun rumah warga dan batang-batang kayu besar yang berserakan menjadi bukti hilangnya vegetasi penyangga di hulu Sungai Batang Toru.

Hutan yang seharusnya berfungsi menahan tanah dan menyerap air, dinilai telah kehilangan daya dukungnya akibat pembukaan lahan yang masif.

Walhi secara spesifik menyoroti aktivitas industri ekstraktif dan perluasan konsesi pertambangan di kawasan tangkapan air sebagai faktor yang memperburuk kerentanan wilayah tersebut.

Tanah bukaan tanpa akar pohon pengikat menjadi sangat labil saat dihantam curah hujan tinggi, memicu longsoran yang menelan korban jiwa.

Pihak perusahaan tambang di wilayah terkait dalam keterangannya belum menanggapi secara spesifik isu deforestasi ini, dan menyatakan fokus saat ini adalah pada dukungan penanganan darurat bagi para korban.

Saat ini, sebanyak 1.030 personel gabungan terus berjibaku melakukan pencarian korban yang masih hilang.

Tragedi gugurnya 34 warga Sumut ini menjadi pengingat pahit bahwa kegagalan menjaga kelestarian hutan harus dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Baca Juga: Cegah Banjir Susulan, BNPB Rampungkan Pembangunan Talud Darurat di Desa Ketitang Wetan Pati

(*Mira)

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id