Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Fenomena warga mampu yang justru menikmati bantuan sosial (Bansos) sementara warga miskin gigit jari, menjadi sorotan tajam Bupati Kubu Raya, Sujiwo.
Ia menegaskan bahwa ketidakadilan tersebut bermuara pada satu hal: data yang kacau dan tidak objektif.
Hal ini ditekankan Sujiwo saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Pengisi Data Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) Desa se-Kabupaten Kubu Raya di Aula Praja Utama, Selasa (25/11/25).
Baca Juga: Tolak Dipuji Berlebih, Sujiwo: Bangun Jalan Punggur Kecil Itu Kewajiban, Bukan Prestasi
Dalam kesempatan itu, Sujiwo memberikan ultimatum kepada para operator di garda terdepan untuk bekerja tanpa pandang bulu.
“Saya berpesan, ketika melakukan pendataan, jangan sampai ada tekanan politik dari pihak manapun. Atau misalnya memandang kedekatan atau kekerabatan. Enggak boleh. Harus betul-betul obyektif profesional,” tegas Sujiwo.
Menurutnya, intervensi kepentingan pribadi atau golongan dalam pendataan adalah dosa birokrasi yang fatal.
Ia mencontohkan kasus di mana data tidak diperbarui secara real-time, sehingga status ekonomi warga yang sudah berubah (menjadi kaya) tidak tercatat, dan bantuan tetap mengalir salah sasaran.
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















