Membeli buku fisik yang cantik memberikan kepuasan visual dan taktil.
Memegangnya, membolak-balik halamannya, dan memajangnya di rak memberikan rasa kepemilikan yang nyata yang tidak bisa diberikan oleh e-book.
4. Sensasi Berburu Harta Karun
Entah itu di toko buku besar, bazar buku murah, atau kios buku bekas, proses mencari buku adalah sebuah petualangan.
Ada sensasi dopamine rush (lonjakan kebahagiaan) yang luar biasa ketika Anda menemukan buku langka yang sudah lama dicari, atau menemukan buku bagus dengan diskon besar.
Momen “Aha! Ketemu!” inilah yang membuat aktivitas berburu buku menjadi sangat adiktif dan menyenangkan.
5. Bentuk Dukungan Nyata untuk Penulis
Bagi pembaca yang sadar literasi, membeli buku orisinal adalah bentuk aktivisme kecil.
Ada perasaan bangga dan lega karena uang yang Anda keluarkan berkontribusi langsung pada nafkah penulis favorit Anda dan keberlangsungan industri penerbitan.
Mengetahui bahwa pembelian Anda membantu penulis untuk terus berkarya memberikan kepuasan batin tersendiri.
Rasanya seperti Anda ikut serta dalam proses kreatif mereka.
6. Membangun Perpustakaan Impian
Alasan terakhir adalah visualisasi jangka panjang.
Setiap buku yang dibeli adalah satu batu bata tambahan untuk membangun perpustakaan pribadi di rumah.
Melihat deretan buku yang tersusun rapi di dinding rumah memberikan rasa damai dan pencapaian intelektual.
Rumah yang penuh buku menciptakan lingkungan yang hangat dan mengundang rasa ingin tahu, tidak hanya bagi Anda, tapi juga bagi anak-anak atau tamu yang berkunjung.
Membeli buku adalah investasi untuk jiwa dan pikiran.
Jadi, jangan merasa bersalah jika tumpukan buku Anda (TBR – To Be Read) semakin tinggi.
Nikmati saja prosesnya, karena kebahagiaan bisa sesederhana mencium aroma buku baru yang baru saja dibuka segel plastiknya.
Baca Juga: Jangan Asal Didik! Ini 5 Rekomendasi Buku Parenting yang Wajib Dibaca Orang Tua
(*Mira)














