“Penggunaan teknologi di era globalisasi perlu disikapi dengan bijak. Manfaatkan teknologi untuk hal-hal positif… namun waspada terhadap dampak negatif teknologi, khususnya penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dapat merugikan masyarakat,” pesannya mengingatkan.
Baca Juga: Sentil Paradoks Ekonomi, Krisantus ke HIPMI: Jangan Sampai Kalbar Bak ‘Tikus Mati di Lumbung Padi’
Senada dengan Wagub, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, menekankan perlunya perubahan paradigma.
Ia meminta desa segera bertransformasi dari sekadar objek penerima bantuan menjadi subjek atau pelaku utama ekonomi.
Ketua Umum APDESI Merah Putih, Anwar Sadat, menyambut tantangan tersebut. Ia berkomitmen menjadikan organisasinya sebagai garda terdepan pengawal program strategis nasional.
“Kami berkomitmen memastikan desa-desa dalam lima tahun ke depan menjadi pelaku pembangunan ekonomi, dengan mengembangkan potensi 75 ribu desa di seluruh Indonesia,” pungkas Anwar.
(Ra)
















