“Sebanyak 50 unit rumah yang berada di Desa Simangumban Julu Kecamatan Simangumban dan Desa Siopat Bahal Kecamatan Purbatua terdampak. Peristiwa ini juga menyebabkan dua jembatan penghubung rusak dan tidak bisa dilalui warga,” tulis laporan resmi BNPB.
Sementara itu, di Kota Padang Sidempuan, banjir yang terjadi pada Selasa pagi mengakibatkan satu orang dilaporkan hilang karena hanyut terbawa arus sungai di Kelurahan Hamopan Sibatu. Tim gabungan masih terus melakukan pencarian.
Dampak paling masif tercatat di Kabupaten Tapanuli Tengah. Hujan deras memicu tanah longsor dan banjir yang merendam 1.902 unit rumah di sembilan kecamatan, termasuk Pandan, Sarudik, hingga Pinangsori. Ribuan kepala keluarga dilaporkan terdampak dan kini dalam penanganan BPBD setempat.
Baca Juga: BNPB Rilis Update Penanganan Bencana: Banjir dan Longsor Masih Mengancam Sejumlah Wilayah
Pemicu: Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktivitas Siklon Tropis KOTO di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka.
“Bibit Siklon 95B dapat memicu hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau, disertai angin kencang di Aceh dan Sumatera Utara,” jelas BNPB mengutip data BMKG.
Selain itu, Siklon Tropis KOTO juga berpotensi memicu hujan lebat di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau, serta gelombang tinggi di perairan timur Indonesia.
Masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah susulan. Rabu (26/11/2025).
(*Red)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















