Jude, seorang manusia biasa, harus bertahan hidup di istana peri yang penuh tipu daya dan politik licik, sambil menghadapi Pangeran Cardan yang membencinya.
Ini adalah kisah enemies-to-lovers dengan bumbu politik yang kental.
Jangan harap menemukan peri-peri manis ala dongeng anak-anak di sini, karena semuanya licik, berbahaya, dan memikat.
6. A Court of Thorns and Roses – Sarah J. Maas
Sering disingkat ACOTAR, buku ini adalah penceritaan ulang (retelling) kisah Beauty and the Beast namun dengan nuansa yang lebih dewasa, gelap, dan penuh aksi.
Kisahnya bermula ketika Feyre, seorang pemburu, membunuh serigala yang ternyata adalah peri, dan harus menanggung konsekuensinya.
Perpaduan antara aksi, romansa yang intens, dan dunia sihir yang megah membuat seri ini sangat populer di kalangan pembaca dewasa muda.
7. The Hobbit – J.R.R. Tolkien
Sebelum The Lord of the Rings yang tebal dan berat, ada The Hobbit.
Ini adalah kisah petualangan Bilbo Baggins yang diajak penyihir Gandalf dan 13 kurcaci untuk merebut kembali harta karun dari naga Smaug.
Ceritanya jauh lebih ringan, hangat, dan penuh pesan moral dibandingkan sekuelnya.
Ini adalah dongeng petualangan klasik yang sangat nyaman dibaca (comfort read) di sore hari.
8. Circe – Madeline Miller
Novel ini menceritakan kisah Circe, penyihir wanita dari mitologi Yunani yang diasingkan oleh Zeus ke pulau terpencil.
Di sana, ia mengasah sihirnya dan bertemu tokoh-tokoh mitologi terkenal seperti Odysseus hingga Minotaur.
Bahasanya puitis dan indah, menyajikan kisah tentang pemberdayaan perempuan (women empowerment) dan pencarian jati diri dalam dunia dewa-dewa yang didominasi laki-laki.
Membaca novel fantasi bukan sekadar lari dari kenyataan, tapi cara kita merawat imajinasi.
Dari daftar di atas, judul mana yang paling membuatmu penasaran? Segera kunjungi toko buku terdekat atau marketplace kesayanganmu, dan biarkan dirimu tersesat di halaman pertama!
Baca Juga: Jangan Asal Didik! Ini 5 Rekomendasi Buku Parenting yang Wajib Dibaca Orang Tua
(*Mira)














