Beberapa kemampuan AI yang kini mulai dipelajari oleh ASN Ketapang meliputi:
- Otomasi Notulen: Menghasilkan rangkuman rapat dan laporan kegiatan secara cepat dan akurat tanpa perlu mengetik manual satu per satu.
- Penyusunan Telaahan Staf: Membuat draf telaahan otomatis yang formatnya langsung sesuai dengan standar administrasi pemerintahan.
- Chatbot Pelayanan 24 Jam: Mengembangkan asisten virtual yang mampu menjawab pertanyaan masyarakat tanpa henti setiap hari.
- Produksi Konten Kilat: Pembuatan video sosialisasi dan edukasi publik dalam waktu singkat.
- Analisis Kebijakan: Mengolah data kompleks untuk mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
AI: Bukan Pengganti, Tapi “Senjata” Baru ASN
Di tengah kekhawatiran bahwa teknologi akan menggeser tenaga manusia, Asisten Administrasi Bidang Umum Pemkab Ketapang, Devy Harinda, memberikan penegasan penting.
Ia memastikan bahwa adopsi AI ini bukan untuk menggantikan peran pegawai, melainkan untuk memperkuat kapasitas mereka.
“AI bukan untuk menggantikan peran ASN, melainkan untuk memperkuat kapasitas mereka agar lebih produktif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan zaman,” tegas Devy13.
Ia menambahkan bahwa ASN diharapkan mampu mengenali potensi penerapan AI dalam tugas harian untuk meningkatkan efektivitas kerja serta mendorong inovasi di instansi masing-masing14.
Target Nasional: 145.000 ASN Melek AI
Program di Ketapang ini adalah bagian dari peta jalan besar digitalisasi nasional.
GARUDA AI for Microsoft Elevate menargetkan untuk melatih lebih dari 145.000 ASN dan 5.000 pembuat kebijakan di seluruh Indonesia hingga tahun 202616.
Bagi instansi pemerintahan lain yang ingin mengikuti jejak transformasi digital ini, pendaftaran pelatihan serupa dapat diakses melalui tautan resmi http://garuda.elevaite.id/.
(*Mira)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















