Oleh karena itu, persiapkan fisik Anda.
Mulailah membiasakan pola makan teratur dan minum vitamin jika perlu.
Anda tidak bisa menjalani gaya hidup ganda ini dengan tubuh yang ringkih.
Kesehatan adalah aset utama; jika Anda sakit, baik kuliah maupun pekerjaan akan sama-sama terbengkalai.
4. Skala Prioritas yang Tegas
Anda harus mempersiapkan mental untuk berkata “tidak”.
Ketika Anda bekerja sambil kuliah, waktu luang adalah kemewahan.
Anda mungkin harus mengurangi waktu nongkrong, bermain game, atau scrolling media sosial.
Tentukan prioritas utama Anda sejak awal.
Apakah target Anda lulus Cum Laude atau mengejar karier?
Mengetahui prioritas ini akan membantu Anda mengambil keputusan cepat saat dihadapkan pada pilihan sulit, misalnya memilih antara lembur kerja atau belajar untuk kuis dadakan.
5. Dana Darurat atau Tujuan Finansial yang Jelas
Apa tujuan Anda bekerja? Apakah untuk membayar UKT, uang saku tambahan, atau menabung?
Memiliki tujuan finansial yang jelas akan menjadi “bensin” semangat saat Anda merasa lelah dan ingin menyerah.
Selain itu, persiapkan juga manajemen keuangan Anda.
Jangan sampai penghasilan kerja habis begitu saja untuk gaya hidup (kopi, belanja) karena merasa “banyak uang”, padahal tujuan awalnya adalah untuk membantu biaya kuliah.
Literasi finansial dasar adalah persiapan wajib agar kerja keras Anda tidak sia-sia.
Bekerja sambil kuliah bukan untuk mereka yang bermental lemah, tetapi juga bukan hal yang mustahil dilakukan.
Dengan persiapan strategi, fisik, dan mental yang matang, Anda bisa sukses menaklukkan dunia akademis dan profesional secara bersamaan.
Ingat, persiapan yang baik adalah separuh dari kemenangan.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Cuan, Ini 5 Alasan Gen Z Memilih Kerja Sambil Kuliah
(*Mira)
















