“Kami penonton mau lihat bola, bukan keributan. Rasanya sayang, final sebesar ini malah berakhir tanpa pemenang. Suasana sudah bagus, stadion penuh, tapi akhirnya buat kecewa,” keluhnya.
Insiden ini menjadi catatan hitam bagi persepakbolaan lokal, di mana mentalitas siap menang dan siap kalah masih menjadi pekerjaan rumah besar di tengah euforia kompetisi.
(ra)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id












