Marak Kejahatan Siber, Polres Kubu Raya Bagikan Tips Ampuh Hindari Penipuan Online

Ilustrasi pelaku penipuan online. (Dok. Ist)
Ilustrasi pelaku penipuan online. (Dok. Ist)

KUBU RAYA – Fenomena maraknya kasus penipuan daring (online) yang menyasar berbagai kalangan masyarakat terus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Kepolisian Resor (Polres) Kubu Raya kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan digital bagi warga, terutama di tengah meningkatnya aktivitas transaksi keuangan dan komunikasi melalui platform digital saat ini.

Baca Juga: Darurat! Indonesia Jadi Target Utama Penipuan Lowongan Kerja di Asia Pasifik, Sektor Ini Paling Rawan

Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika, melalui Kasubsi Penmas, Aiptu Ade, menjelaskan bahwa modus kejahatan siber kini semakin canggih dan beragam.

Para pelaku tidak segan menggunakan berbagai cara, mulai dari teknik phishing, pembajakan akun WhatsApp, penawaran investasi bodong, hingga membuat toko online palsu yang menjual barang dengan harga jauh di bawah pasaran.

“Pelaku memanfaatkan kelengahan dan ketidaktahuan masyarakat. Karena itu, edukasi digital menjadi kunci utama,” ujar Ade, Selasa (25/11/2025).

Demi menekan angka korban, Polres Kubu Raya membagikan sejumlah kiat praktis agar masyarakat dapat waspada penipuan online dan melindungi data pribadi mereka. Berikut langkah-langkah preventif yang disarankan:

1. Periksa Identitas Pengirim

Jangan mudah percaya pada pesan dari nomor baru atau akun media sosial yang tiba-tiba menghubungi dan mengatasnamakan keluarga, teman, atau instansi tertentu.

“Selalu lakukan verifikasi dengan menghubungi nomor lama atau memastikan informasi melalui saluran resmi,” katanya.

2. Gunakan Platform Terpercaya

Saat berbelanja daring, warga diminta untuk selalu memilih marketplace resmi yang menyediakan sistem pembayaran aman atau Rekening Bersama (escrow). Hindari melakukan transfer langsung ke rekening pribadi penjual yang belum dikenal kredibilitasnya.

3. Waspadai Penawaran Tidak Masuk Akal

Masyarakat harus skeptis terhadap tawaran harga yang terlalu murah atau janji keuntungan investasi yang besar dalam waktu singkat.

“Jika terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, besar kemungkinan itu penipuan,” tambahnya.

4. Jaga Kerahasiaan Kode OTP

Poin ini sangat krusial. Aiptu Ade menekankan bahwa kode One-Time Password (OTP) bersifat sangat rahasia. Banyak kasus pembajakan akun WhatsApp terjadi karena korban lalai memberikan kode ini.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id