Kulit tangan manusia yang sensitif tidak dirancang untuk terpapar bahan kimia sekeras ini secara langsung.
Menggunakannya untuk mencuci piring dapat menyebabkan kulit tangan menjadi kering, pecah-pecah, gatal, hingga memicu dermatitis kontak atau eksim yang menyakitkan.
4. Merusak Lapisan Peralatan Masak
Peralatan masak modern, seperti wajan anti-lengket (teflon) atau panci granit, memiliki lapisan pelindung khusus.
Bahan abrasif dalam deterjen pakaian (terutama jenis bubuk) dapat mengikis lapisan ini.
Selain itu, peralatan makan yang terbuat dari bahan berpori seperti kayu (talenan, spatula) atau tanah liat akan menyerap deterjen tersebut.
Sabun yang terserap ini hampir mustahil untuk dibilas keluar sepenuhnya dan akan meracuni makanan Anda di kemudian hari.
5. Kontaminasi Aroma pada Makanan
Deterjen pakaian dilengkapi dengan fragrance atau parfum konsentrasi tinggi yang dirancang untuk menempel pada serat kain berhari-hari.
Saat digunakan pada piring atau gelas, aroma kuat seperti “floral” atau “fresh mountain” akan tertinggal.
Bayangkan saat Anda minum air putih atau makan sup hangat, namun aroma dan rasa yang tercium adalah wangi sabun cuci baju.
Hal ini tidak hanya merusak selera makan, tetapi juga menjadi indikator kuat bahwa piring Anda telah terkontaminasi bahan kimia pewangi.
Mencuci piring dengan deterjen pakaian bukanlah solusi alternatif yang aman, meskipun dalam keadaan darurat.
Risiko kesehatan yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada kenyamanan sesaat.
Pastikan Anda selalu menggunakan sabun pencuci piring khusus yang berlabel food grade demi menjaga kesehatan keluarga dan keawetan peralatan dapur Anda.
Baca Juga: Bukan Lagi ‘I Hate Mondays’, Ini 4 Kunci Mengakhiri Hari Senin dengan Bahagia
(*Mira)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















