Stop Sekarang! Ini 5 Bahaya Fatal Mencuci Piring dengan Deterjen Pakaian

"Tahukah Anda mencuci piring dengan deterjen pakaian menyimpan risiko kesehatan serius? Simak 5 dampak bahaya residu kimia deterjen bagi tubuh dan peralatan masak Anda di sini."
Tahukah Anda mencuci piring dengan deterjen pakaian menyimpan risiko kesehatan serius? Simak 5 dampak bahaya residu kimia deterjen bagi tubuh dan peralatan masak Anda di sini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda kehabisan sabun cuci piring di momen genting, lalu terpikir untuk menggunakan deterjen pakaian sebagai penggantinya?

Meski sama-sama menghasilkan busa dan mampu mengangkat kotoran, penggunaan deterjen pakaian untuk alat makan adalah kesalahan besar yang sering disepelekan.

Secara kimiawi, deterjen pakaian (baik bubuk maupun cair) diformulasikan khusus untuk kain, bukan untuk permukaan benda keras yang bersentuhan langsung dengan makanan.

Menggunakannya pada piring dan gelas bisa membawa risiko kesehatan jangka panjang.

Baca Juga: Bukan Cuma Malas, Ini 4 Alasan Psikologis Kenapa Hari Senin Banyak Dibenci

Berikut adalah 5 dampak bahaya mencuci piring dengan deterjen yang wajib Anda waspadai:

1. Residu Kimia yang Sulit Hilang

Berbeda dengan sabun cuci piring food grade yang dirancang agar mudah luruh dengan air, deterjen pakaian mengandung surfaktan berat, pelembut, dan pemutih optik yang memiliki daya lekat kuat.

Meskipun Anda merasa sudah membilasnya hingga bersih, lapisan tipis residu kimia sering kali masih tertinggal di permukaan piring, terutama pada bahan plastik atau melamin.

Residu ini akan bercampur dengan makanan panas yang Anda sajikan berikutnya.

2. Risiko Gangguan Pencernaan Serius

Deterjen pakaian mengandung berbagai enzim dan bahan kimia seperti fosfat, triclosan, dan pewangi sintetis yang tidak boleh tertelan manusia.

Jika residu deterjen masuk ke dalam tubuh secara terus-menerus melalui alat makan, ini dapat memicu gangguan pencernaan.

Gejala ringan bisa berupa mual dan sakit perut, namun akumulasi bahan kimia ini dalam jangka panjang berisiko merusak keseimbangan bakteri baik di usus hingga memicu masalah lambung yang lebih serius.

3. Iritasi Kulit Tangan (Dermatitis Kontak)

Formula deterjen pakaian jauh lebih keras dibandingkan sabun cuci piring.

Deterjen pakaian biasanya memiliki pH yang lebih basa (alkali) untuk mengangkat noda pada serat kain.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id