Sektor ekonomi warga turut terpukul dengan rusaknya lahan pertanian seluas 204,63 hektare yang tertimbun material vulkanik.
Terkait korban jiwa, laporan sementara menyebutkan terdapat tiga warga yang mengalami luka berat.
Ketiga korban saat ini telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif di RSUD Dr. Haryoto Lumajang.
Merespons kondisi krisis ini, bantuan logistik dari pemerintah pusat melalui BNPB bersama Komisi VIII DPR telah disalurkan ke lokasi pada hari Minggu.
Bantuan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, meliputi matras, selimut, makanan siap saji, hingga masker medis untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat abu.
Manajemen logistik di pos lapangan Pronojiwo dan Candipuro juga terus diperkuat untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Selain penanganan pengungsi, pemantauan potensi bahaya susulan terus dilakukan menggunakan teknologi pesawat nirawak (drone).
Tim di lapangan memetakan kawasan hunian tetap Sumbermujur serta memantau jalur aliran lahar hujan di jembatan Gladak Perak guna mengantisipasi risiko bencana sekunder jika hujan deras turun di puncak Semeru.
Baca Juga: Status Gunung Semeru Naik Jadi Awas, 300 Warga Lumajang Mengungsi
(*Mira)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















