3. Penipuan Barang dan Pengiriman Tidak Sesuai
Modus ini menjadi salah satu yang paling sering memakan korban di Penipuan Facebook Marketplace.
Banyak pengguna tertipu oleh barang yang berbeda dari foto (imitasi, rusak, atau kotak kosong). Penipu biasanya memasang harga sangat murah dan menolak bertemu langsung.
Modus lain adalah pelaku meminta korban mengirimkan barang dengan janji pembayaran sedang diproses (barang dikirim dulu, pembayaran belakangan).
Dalam beberapa kasus, penipu menggunakan resi atau label pengiriman palsu agar paket bisa dialihkan.
Tips mengatasinya: Hindari transaksi di luar sistem resmi Facebook. Lakukan COD (Cash on Delivery) di tempat umum yang aman seperti minimarket.
Hindari menggunakan jasa ekspedisi dengan label kiriman yang tidak bisa dilacak atau pembayaran di luar platform resmi.
4. Modus Properti, Kendaraan, dan Barang Palsu Fiktif
Penipuan properti banyak terjadi di kota besar. Pelaku memasang iklan sewa rumah atau kos fiktif, lalu meminta uang muka atau deposit sebelum calon penyewa melihat unitnya.
Setelah dana dikirim, iklan dihapus.
Sementara itu, penipuan kendaraan sering melibatkan mobil atau motor bekas fiktif dengan harga di bawah pasaran.
Pelaku mengaku butuh uang cepat, padahal kendaraan tidak pernah ada, bahkan terkadang menggunakan foto kendaraan orang lain dengan BPKB palsu.
Waspada: Hindari mengirim uang muka tanpa melihat barang atau properti secara langsung.
Periksa dokumen kendaraan di Samsat atau situs resmi, dan hindari harga yang terlalu murah yang tidak masuk akal.
5. Phishing, Giveaway Palsu, dan Bot Otomatis
Jenis penipuan ini berfokus pada pencurian data. Pelaku mengirim tautan mencurigakan lewat Messenger atau WhatsApp, berpura-pura sebagai pembeli yang ingin “verifikasi data”.
Jika tautan diklik, korban diarahkan ke situs palsu yang meniru tampilan Facebook atau bank untuk mencuri akun dan data pribadi (phishing).
Ada juga penipuan giveaway palsu, di mana pengguna diminta membayar biaya administrasi kecil untuk mengklaim hadiah.
Nyatanya, data pribadi korban digunakan untuk pencurian identitas.
Tips menghindarinya: Jangan pernah klik tautan dari orang tak dikenal, apalagi yang mengatasnamakan Facebook atau kurir.
Hindari membagikan kode OTP atau verifikasi kepada siapa pun, dan pastikan komunikasi hanya dilakukan lewat Facebook Messenger agar lebih aman.
(*Drw)
















