Awas Jebakan! Kenali 5 Modus Penipuan di Facebook Marketplace Terbaru, dari Transfer Palsu hingga Phishing

Waspada! 5 Modus Penipuan di Facebook Marketplace Terbaru
Waspada! 5 Modus Penipuan di Facebook Marketplace Terbaru. (Dok. Unsplash/Shutter Speed)

Faktakalbar.id, TECHNOLOGY – Belanja lewat Facebook Marketplace memang praktis dan menawarkan banyak pilihan barang dengan harga menarik.

Namun, di balik kemudahan itu, platform ini juga menjadi sasaran empuk bagi para penipu yang memanfaatkan kelengahan pengguna.

Penipuan Facebook Marketplace modusnya beragam, mulai dari penjual fiktif, barang tidak sesuai deskripsi, hingga pembeli palsu yang berpura-pura transfer uang.

Jika tidak berhati-hati, pengguna berisiko kehilangan uang, data pribadi, bahkan akun Facebook mereka sendiri.

Maka dari itu, penting untuk mengenali berbagai jenis penipuan yang sering terjadi agar Anda terhindar dari jebakan digital.

Berikut ini beberapa jenis penipuan yang paling sering terjadi di Facebook Marketplace:

Baca Juga: Laporan Anthropic: Hacker Diduga China Gunakan AI Claude, Otomatisasi Serangan Siber 90%

1. Modus Pembayaran dengan Gift Card dan Transfer Palsu

Salah satu modus klasik yang marak di Indonesia adalah penipuan pembayaran lewat voucher digital.

Penjual palsu meminta pembeli membayar barang menggunakan kode voucher seperti Google Play Gift Card, Steam Wallet, atau saldo e-wallet (misalnya GoPay, Dana, atau Ovo).

Setelah kode dikirim, pelaku langsung memblokir pembeli dan barang tidak pernah dikirim.

Modus lain yang juga marak adalah penipuan transfer bank atau e-wallet palsu. Pelaku mengirim bukti transfer palsu agar korban segera mengirim barang, padahal uang belum masuk.

Cara menghindarinya: Jangan pernah membayar penjual dengan voucher digital atau transfer langsung sebelum barang diterima.

Gunakan fitur pembayaran resmi Facebook atau lakukan transaksi COD di tempat aman.

Baca Juga: Darurat! Indonesia Jadi Target Utama Penipuan Lowongan Kerja di Asia Pasifik, Sektor Ini Paling Rawan

2. Modus Overpayment dan Transfer Palsu

Di Indonesia, Modus Overpayment atau “kelebihan transfer” juga sering terjadi.

Pelaku berpura-pura sudah mentransfer uang lebih dari harga barang, dengan alasan salah nominal atau biaya pengiriman yang keliru.

Mereka kemudian meminta korban untuk mengembalikan selisihnya.

Setelah korban mengirimkan uang “pengembalian”, pelaku justru membatalkan transfer awal atau menggunakan bukti transfer palsu.

Akibatnya, korban kehilangan uang dua kali lipat.

Tips menghindarinya: Jangan pernah mengembalikan uang atau mengirim barang sebelum memverifikasi langsung saldo di rekening atau aplikasi mobile banking Anda.

Jika pembayaran belum benar-benar masuk, Anda sedang berhadapan dengan penipuan.