3. Gorengan dan Makanan Berminyak
Gorengan adalah musuh utama bagi pencernaan saat suhu udara sedang tinggi.
Makanan yang digoreng dengan metode deep-fry mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang sangat tinggi.
Lemak adalah makronutrien yang paling lambat dicerna oleh lambung dibandingkan karbohidrat atau protein.
Ketika Anda mengonsumsi gorengan, darah akan terkonsentrasi di area perut untuk membantu proses pencernaan yang berat tersebut, sehingga aliran darah ke kulit berkurang.
Padahal, aliran darah ke kulit diperlukan untuk melepas panas tubuh.
Akibatnya, tubuh menahan panas lebih lama, membuat Anda merasa begah, lesu, dan “berat” di tengah cuaca yang sudah membuat gerah.
4. Makanan Tinggi Garam (Asin)
Camilan keripik asin, makanan kaleng, atau makanan cepat saji (fast food) biasanya mengandung natrium (garam) dalam jumlah yang sangat tinggi.
Konsumsi garam berlebih akan mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh.
Garam bersifat menarik air, sehingga sel-sel tubuh Anda akan “memegang” air dan menyebabkan retensi cairan, membuat tubuh terasa bengkak atau kembung.
Di sisi lain, ginjal akan bekerja keras membuang kelebihan garam tersebut dengan menarik cairan dari bagian tubuh lain, yang pada akhirnya memicu rasa haus berlebih dan mempercepat proses dehidrasi jika Anda tidak segera minum air putih dalam jumlah banyak.
Menjaga suhu tubuh tetap stabil saat cuaca panas tidak cukup hanya dengan menyalakan kipas angin atau AC.
Memperhatikan asupan makanan adalah kunci vital.
Untuk sementara waktu, ganti menu berat di atas dengan buah-buahan yang kaya air, sayuran segar, atau protein ringan seperti ikan kukus agar tubuh tetap sejuk, terhidrasi, dan bertenaga sepanjang hari.
Baca Juga: Waspada Sariawan Berulang, Jadi Tanda Penyakit Serius
(*Mira)
Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id
















