Baca Juga: Honey Badger: Peraih Guinness World Record sebagai Hewan Paling Tak Kenal Takut
“Gigitan dari dingo bisa menyebabkan rasa sakit, tetapi itu tidak akan membunuhnya. Pantat ini cukup tangguh. Mereka besar, dan mereka akan menendang dengan kuat. Saya pernah melihat tendangan wombat mengangkat wombat lain dari tanah,” kata Swinbourne. Ia menambahkan bahwa mekanisme Pertahanan WombaT yang kuat ini membuat predator enggan melawan.
Meskipun kuat, Swinbourne sedikit skeptis mengenai talenta wombat yang paling menyeramkan: menghancurkan tengkorak rubah atau dingo dengan pantatnya di dalam liang.
“Secara fisiologi, hal itu mungkin saja, tetapi tidak ada bukti bahwa itu benar-benar terjadi,” ujarnya.
Tengkorak rubah dan bangkai memang sering ditemukan di luar pintu masuk liang wombat, seringkali dengan tulang yang hancur. Namun, Swinbourne menduga wombat tidak selalu yang memberikan pukulan mematikan. Wombat mungkin hanya “membersihkan” liang.
“Ada berbagai spesies yang menggunakan liang, termasuk predator. Jadi mungkin itu hanya tindakan bersih-bersih. Saat mereka masuk ke sana, mereka bisa saja memindahkan bangkai, dan dalam prosesnya, meremukkan tengkorak saat mengeluarkannya,” jelasnya.
Baca Juga: Telescope Fish: Mata Tabung dan Tubuh Transparan, Ikan Laut Dalam Misterius Terekam NatGeo Wild
Selain untuk Pertahanan Wombat, pantat yang bertulang juga berperan integral dalam persahabatan dan cinta, terutama pada varietas yang lebih sosial seperti wombat berhidung berbulu selatan (southern hairy-nosed wombat).
- Pembelajaran: Saat masih bayi, wombat belajar membela diri dari induknya. Induknya akan menggigit, dan bayi wombat akan mundur ke belakang menggunakan pantat mereka.
- Flirtasi: Menggigit pantat satu sama lain adalah teknik rayuan vital. “Betina akan menggigit pantat jantan lalu lari, dan si jantan harus mengejarnya. Atau jantan akan menggigit pantat betina, yang akan menyebabkan dia lari dan dikejar,” kata Swinbourne. “Ini sangat merupakan bagian dari ritual.”
Namun, seperti halnya segala sesuatu dalam kawin wombat, prosesnya cukup brutal dan intens.
“Ini adalah proses yang brutal, Anda bisa datang keesokan paginya dan akan ada gumpalan bulu di sekitar kandang, tempat mereka baru saja melalui pertarungan kawin besar-besaran,” kata Swinbourne.
Penelitian Swinbourne tentang ritual kawin wombat ini termasuk kegiatan gigit pantat kini digunakan oleh University of Queensland untuk mengembangkan teknologi inseminasi buatan.
(*Red)











