Dua Tahun Lumpuh Diterjang Banjir, ‘Nadi’ Ekonomi Manis Mata Kini Kembali Berdenyut

Bupati Ketapang Alexander Wilyo didampingi Kapolsek meninjau Jembatan Gantung Sengkuang Merabung yang baru selesai diperbaiki. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Bupati Ketapang Alexander Wilyo didampingi Kapolsek meninjau Jembatan Gantung Sengkuang Merabung yang baru selesai diperbaiki. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, KETAPANG – Setelah sempat “mati suri” sejak awal tahun 2023, akses vital masyarakat di Desa Sengkuang Merabung, Kecamatan Manis Mata, akhirnya kembali normal.

Jembatan Gantung Sengkuang Merabung yang sebelumnya ambruk diterjang banjir bandang, kini telah berdiri kokoh dan siap dilintasi kembali, Jumat (21/11/25).

Baca Juga: Sisir Kafe dan Tempat Nongkrong, Polres Ketapang Gelar Razia Knalpot Brong

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, turun langsung meninjau hasil perbaikan infrastruktur yang menelan anggaran APBD 2025 sebesar Rp1,5 miliar tersebut.

Ia memastikan bahwa “nadi” penghubung antar-desa yang sempat terputus itu kini sudah berfungsi optimal untuk menopang mobilitas warga.

“Saya meninjau langsung Jembatan Gantung Sengkuang Merabong yang telah selesai diperbaiki dan dapat digunakan oleh warga,” ujar Alexander di lokasi peninjauan.

Alexander menjelaskan, jembatan ini memegang peranan strategis bukan hanya sebagai penghubung Desa Kemuning dan Terusan, tetapi juga membuka akses menuju wilayah Jelai Hulu, Pelampangan, Pakit Selaba, hingga tembus ke arah Kalimantan Tengah.

Pulihnya jembatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi perputaran ekonomi dan kelancaran akses pendidikan yang sempat terhambat.

“Saya yakin dengan akses yang semakin baik, aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar di Kecamatan Manis Mata dan sekitarnya dapat meningkat, sehingga mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Ketapang Alexander Wilyo Jamu Bupati Ngada, Pererat Silaturahmi dan Jajaki Kolaborasi

Lebih lanjut, Bupati yang dilantik pada Februari 2025 ini menegaskan bahwa perbaikan ini adalah bukti konkret dari visi “Pembangunan Berkeadilan”.

Ia tidak ingin pembangunan hanya menumpuk di pusat kota, sementara warga pedalaman kesulitan akses.

Ikut berita menarik lainnya di Google News Faktakalbar.id